Thomas Cup 2026: Kalahkan Prancis, China Pertahankan Juara Thomas Cup

Badminton, Sport2415 Dilihat

Denmark, Karosatuklik.com – China kembali berhasil jadi juara Thomas Cup 2026 usai mengalahkan Prancis dengan skor 3-1 dalam laga final yang digelar di Horsens, Denmark, Minggu (3/5/2026) waktu setempat.

Laga Christo Popov vs Shi Yuqi berjalan sengit di pertarungan pertama. Di awal gim pertama, Christo sempat memimpin 6-0 namun Shi Yuqi yang kemudian unggul 11-9 di interval.

Selepas interval, Shi Yuqi terus menekan Christo. Hasilnya, Shi Yuqi bisa menang 21-16 di gim pertama.

Pada gim kedua, Christo berhasil membalas. Ia mampu mencetak empat poin beruntun untuk unggul 16-12. Usai momen itu, Christo tampil solid dan menang 21-16 di gim kedua.

Pada gim penentuan, Christo kembali unggul 6-1 di awal. Namun Shi Yuqi kembali bisa mengejar dan memimpin 11-8 di saat interval.

Selepas interval, pertandingan makin menegangkan. Skor imbang beberapa kali terjadi hingga angka 17-17.

Dalam momen menegangkan ini, Shi Yuqi bisa tampil baik dan merebut empat poin beruntun untuk menang 21-17. China pun memimpin 1-0.

Tertinggal 0-1, Alex Lanier yang turun di partai kedua bisa menyamakan kedudukan. Alex Lanier tampil impresif dan menang dua gim langsung dengan skor meyakinkan, 21-10, 21-13.

Masuk ke laga ketiga, duel ketat berlangsung antara Toma Junior Popov melawan Weng Hong Yang. Kedua pemain sama-sama ngotot memberikan poin kedua untuk tim.

Di gim pertama, Weng Hong Yang menang dengan skor 22-20 setelah sempat tertinggal 16-19. Toma Junior Popov lalu membalas di gim kedua dengan skor serupa, 22-20.

Pertarungan ketat terus berlanjut di gim ketiga. Dalam duel yang sengit, Weng Hong Yang menang tipis 21-19 dan membawa China unggul 2-1.

Masuk ke gim ketiga, He Jiting/Ren Xiangyu bisa memanfaatkan keadaan dengan baik. Mereka menang dua gim langsung atas Eloi Adam/Leo Rossi, 21-13, 21-16 untuk merebut angka ketiga dan memastikan China juara Thomas Cup 2026.

Fakta Prancis ke Final Thomas Cup 2026: 3 Jawara Dipulangkan Popov

Tahun 2026 ini, Prancis dengan determinasi tinggi sukses membuktikan sebagai jagoan baru Eropa.

Keberhasilan Christo Popov dan kolega menembus partai final Thomas Cup 2026 di Horsens, Denmark, perjalanan tim ‘Ayam Jantan’ ini menarik diapresiasi.

Momentum manis ini sebenarnya bukan merupakan sebuah kebetulan. Keberhasilan mereka menjuarai Kejuaraan Beregu Eropa awal tahun 2026 menjadi pelecut utama bagi skuad Federasi Bulu Tangkis Prancis (FFBaD).

Dipimpin oleh duet maut Popov Bersaudara, raihan final Thomas Cup 2026 menjadi bukti valid bahwa Prancis bukan lagi tim semenjana.

Menumbangkan 3 Juara Thomas Cup

Perjalanan Prancis menuju partai final bak sebuah dongeng yang indah.

Bergabung di Grup D yang dianggap sebagai “grup neraka” bersama Indonesia, Thailand, dan Aljazair, Christo Popov dan kolega harus melewati ujian berat.

Tim Merah Putih, yang secara historis merupakan pengoleksi 14 gelar Thomas Cup, sebenarnya hanya membutuhkan dua kemenangan.

Namun, di luar dugaan, skuad Prancis justru tampil epic dan membantai Fajar Alfian cs dengan skor telak 4-1.

Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiket lolos, melainkan suntikan motivasi yang mengubah mentalitas pemain Prancis.

Rasa lapar akan kemenangan itu terus terbawa ke babak perempat final saat mereka bersua dengan Jepang.

Tim Matahari Terbit, juara edisi 2014 dibuat tidak berdaya. Prancis menyapu bersih kemenangan tiga partai langsung.

Sejarah baru pun tercipta. Prancis berhasil mengamankan medali Thomas Cup untuk kali pertama sepanjang sejarah partisipasi mereka.

Belum puas hanya dengan medali perunggu, keganasan Prancis kembali memakan korban di babak semifinal.

Kali ini giliran India, sang juara bertahan edisi 2022, yang menjadi korban ketajaman Prnacis.

Sama halnya dengan Jepang, India dipaksa tunduk dengan skor 3-0.

Keberhasilan memulangkan tiga jawara Thomas Cup mulai Indonesia, Jepang, dan India.

Strategi Trisula Maut

Keberhasilan spektakuler Prancis tak lepas dari racikan strategi unik yang diterapkan oleh jajaran pelatih.

Mengingat sektor ganda mereka yang dinilai belum setara dengan pasangan elit dunia, Prancis mengandalkan strategi “Trisula Maut”.

Tiga tunggal andalan mereka, yakni Christo Popov, Alex Lanier, dan Toma Junior Popov, selalu dipasang di tiga laga awal.

Strategi ini bertujuan untuk mengunci kemenangan 3-0 secepat mungkin guna menghindari duel di nomor ganda yang menjadi titik lemah mereka.

Uniknya, alasan lain di balik formasi tiga tunggal di depan ini adalah karena Popov Bersaudara juga diproyeksikan untuk bermain rangkap di nomor ganda pada partai kelima.

Siasat menempatkan beban berat di pundak Christo, Lanier, dan Toma terbukti sangat moncer.

Ketiganya sukses menjalankan tugas dengan nyaris sempurna menggendong tim menuju podium tertinggi.

Kini, ujian pamungkas telah menanti di depan mata. Tembok besar bernama China akan menjadi rintangan terakhir dalam perebutan trofi.

Statistik Prancis di Thomas Cup 2026

  • (Fase Grup) Prancis vs Thailand, 1-4
  • (Fase Grup) Prancis vs Aljazair, 5-0
  • (Fase Grup) Indonesia vs Prancis, 1-4
  • (Perempat Final) Prancis vs Jepang, 3-0
  • (Semifinal) Prancis vs India, 3-0
  • (Final) China vs Prancis 3-1 (R1/CNN Indonesia)
Bagikan Ke :

Komentar