Uni Eropa-ASEAN Luncurkan Buku Biru 2024-2025

Nasional1931 x Dibaca

Jakarta, Karosatuklik.com – Uni Eropa (UE) dan ASEAN meluncurkan Buku Biru 2024-2025 di Sekretariat ASEAN, Rabu (8/5/2024). Buku Biru ini menggarisbawahi kemitraan strategis antara ASEAN-UE serta menampilkan program kerja sama baru di bawah strategi “Global Gateway UE”.

Buku Biru juga merupakan kompilasi implementasi komitmen UE-ASEAN bekerja sama di berbagai proyek yang melintasi tiga pilar. Kata Duta Besar UE untuk ASEAN, Sujiro Seam, di sela-sela peluncuran buku.

“Kompilasi tindakan UE ASEAN yang bekerja sama melalui beragam proyek, melintasi tiga pilar, komunitas politik dan keamanan, komunitas ekonomi dan komunitas sosial budaya. Serta, menunjukkan dan menceritakan kisah sukses apa yang dilakukan UE dan ASEAN telah mencapai kerja sama selama 47 tahun terakhir,” ujar Sujiro.

Sujiro memaparkan, kesuksesan kolaborasi UE bersama ASEAN seperti dukungan kepada pusat keanekaragaman hayati di Filipina. Kemudian, diikuti dengan portofolio proyek yang terdiri atas 161 aksi di kawasan.

“Dukungan kami kepada Pusat Keanekaragaman Hayati di Filipina untuk melakukan aksi iklim, melalui membangun kode etik, melalui keamanan siber, melalui mobilitas siswa. Kami memiliki dialog terstruktur antara UE-ASEAN di 21 sektor berbeda, dan memiliki portofolio proyek yang terdiri dari 161 aksi,” ucapnya.

Sujiro mengungkapkan UE-ASEAN tidak menetapkan sesuatu yang baru dalam konteks kerja sama di kawasan pada 2025. Namun, ia memastikan kemitraan yang telah berjalan selama 47 tahun akan melanjutkan prioritas yang telah disepakati oleh para pemimpin kedua kawasan.

“Sekarang peta jalan kita untuk 2023-2027 adalah rencana aksi, yang disahkan oleh para pemimpin pada KTT peringatan 45 tahun yang berlangsung di Brussels 14 Desember 2022. Lebih hdari sekadar meluncurkan inisiatif baru, kami hanya akan melanjutkan jalur yang telah kita tempuh sejauh ini dengan dua atau tiga prioritas yang sangat jelas,” katanya.

“Satu dalam agenda konektivitas berkelanjutan dan lainnya dalam agenda transisi hijau. Namun juga dengan upaya khusus dalam investasi pembiayaan infrastruktur dan didukung oleh UE dan seluruh negara anggota ASEAN.”

Buku Biru mencakup berbagai program yang berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat di kawasan ASEAN. Kata Duta Besar Filipina untuk ASEAN Hjayceelyn M. Quintana pada kesempatan yang sama.

“Kerjasama ASEAN-UE menjadi hidup melalui program-program ini, yang turut menyentuh para pelajar, pekerja migran dan pemerintah daerah. Karena, pada akhirnya kerja sama ASEAN-UE adalah tentang kerja sama antar masyarakat,” ujar Hjayceelyn yang merupakan negara koordinator untuk hubungan dialog ASEAN-UE ini.

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menilai, catatan panjang kolabrasi UE-ASEAN dalam 47 tahun terakhir yang terangkum di dalam Buku Biru merupakan sebuah pencapaian. Ia menyebut, ASEAN akan terus melanjutkan kolaborasi dan kerja sama dengan UE di banyak level berbeda.

“Ada banyak hal yang perlu dipelajari tentang ASEAN-UE karena hampir 50 tahun kerja sama, 47 tahun sekarang, ini berarti kita memiliki catatan panjang kolaborasi. Ini merupakan pencapaian lain dengan melihat apa yang telah dilakukan ASEAN-UE bersama-sama dan merangkumnya dalam Buku Biru, menurut saya Anda bisa melihat semua tonggak pencapaian,” ucap Sekretaris Jenderal ASEAN.

(Foto: Dari kiri ke kanan) Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN, Sujiro Seam, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn dan Duta Besar Filipina untuk ASEAN Hjayceelyn M. Quintana, saat peluncuran Buku Biru 2024-2025 oleh Uni Eropa dan ASEAN, di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Rabu (8/5/2024) (Foto: RRI/Retno Mandasari). (KBRN)

Komentar