oleh

Ditikam Pemilik Kafe dan Kolam Pancing, Ketua Permata GBKP Sukanalu Yoga Wijayanta Sembiring Meninggal, Begini Kronologis Kejadiannya

-Karo-9.729 x Dibaca

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Akhirnya Ketua Permata (Muda-Mudi) Runggun Desa Sukanalu Yoga Wijayanta Sembiring tewas dalam perawatan medis di RS Bina Kasih Medan, Kamis (29/4/2021) setelah sebelumnya di tikam pengusaha Cafe dan Kolam Pancing SRP Sukanalu Abram Sitepu (45), Minggu (25/4/2021) sekira pukul 21.30 WIB di lokasi cafe itu.

Yoga Wijayanta Sembiring anak sulung dari Hasil Sembiring dan Warmi Br Sitepu semasa hidupnya diantara teman-tamannya dikenal baik, ramah dan santun serta aktif di kegiatan , terlebih-lebih kegiatan Permata GBKP Runggun Sukanalu Kecamatan Tigapanah, .

Menurut salah seorang saksi yang merupakan teman dekat Yoga sesama Permata mengatakan, kronologis peristiwa berdarah itu berawal dari korban bersama teman-temannya seusai main bola voley, Piter Sitepu (20), Yogi Ginting (21), Jeksen Sitepu (21), Aprendy Petanginangin (20), Marcel Barus (20), Krisnanta Ginting (22) dan Eprananta Sitepu (21) pergi menuju Sesa Sukajulu dengan mengendarai mobil pick up Carry BK 8670 MP, warna putih maksud jajan makan sop ular.

Baca Juga :  Beri Semangat Petugas di Pos Penyekatan Mudik, Bupati Karo Berikan Bingkisan

Sepulang dari makan sop ular di Desa Sukajulu, kami singgah di cafe SRP Desa Sukanalu milik pelaku penikaman Abram Sitepu atas ajakan Krismanta Ginting untuk menemui temannya seorang perempuan yang ngga aku kenal, ungkapnya.

Setelah kami sampai di lokasi, kamipun turun dari mobil, dan dalam waktu bersamaan datang seorang perempuan menemu Krismanta.

Dan dari belakang perempuan itu datang menyusul Jeje Sitepu (19) anak kandung dari pelaku, ketika berhadapan dengan Krisman, sempat terjadi perbincangan antara mereka yang berlanjut ke adu mulut, penyebabnya tidak kami ketahui, tuturnya.

Imbuhnya lagi, kami melihat perbincangan sengit menuju pertengkaran. Selaku teman, kami pun melerai dan memisahkannya, ‘perang’ adu mulut-pun sempat reda.

Tak lama berselang, datang Petrus Sitepu (abang Jeje Sitepu) mengendarai mobil beriringan dengan bapaknya Abram Sitepu pelaku penikaman.

Begitu turun dari kenderaannya dengan suara lantang bertanya sambil mengeluarkan sebilah pisau dan langsung menghujamkan pisaunya ke tubuh Epranata Sitepu.

Baca Juga :  Detik-detik Terakhir Pengebumian Yoga Sembiring, Ratusan Pelayat Larut Dalam Linangan Air Mata Diiringi Isak Tangis Keluarga dan Permata

Namun karena pisaunya masih dibalut sarung, Epranata pun selamat dari amukan Abram Sitepu. Dan kamipun lari kocar kacir di tengah kegelapan dari pinggiran persawahan menuju ke arah Titi Penambaken untuk menyelamatkan diri.

YOGA

Ditikam Pemilik Cafe dan Kolam Pancing

“Setibanya di Titi Penambaken, kami mencari tahu penyebab kejadian itu, ternyata kami mendapat kabar buruk, salah seorang teman kami menjadi korban penikaman di sekitar lokasi Cafe dan kolam pancing itu, dan sudah di bawa ke Puskesmas tedekat guna mendapatkan pertolongan pertama,” tutur Pitet.

“Selanjutnya, akibat luka yang dialami Yoga cukup parah, kemudian korban dirujuk ke RS Etaham Berastagi,” tambah paman korban Sartono Sitepu.

Di RS Efarina Etaham, korban sempat menjalani operasi, karena salah satu urat paha yang sangat vital sebagai saluran darah terputus dan penanganannya harus ditangani ahlinya, maka korban-pun dirujuk ke RS Bina Kasih Medan.

Di RS Bina Kasih Medan korban pun kembali menjalani operasi serta menjalani perawatan medis di ruang ICU selama tiga hari.

Baca Juga :  Rapat Koordinasi dan Lokakarya Mini Lintas Sektor UPT Puskesmas, Wakil Bupati: Disiplin Prokes Ekonomi Cepat Bangkit!

“Tapi karena luka yang di derita sangat parah, akhirnya Ketua Permata GBKP Desa Sukanalu itu mengjembuskan nafas terakhirnya di RS Bina Kasih Medan,” sebut Sartono pilu.

Yoga Dibanjiri Ucapan Belasungkawa

Sementara keluarga, sahabat dan teman-teman Yoga Winayanta Sembiring melalui akun media sosialnya, membanjiri ucapan duka dan belasungkawa,

“Selamat Yoga Wijayanta Semnbring, amal dan kebaikanmu selalu kami kenang, doa kami selalu memyertaimu, kami Sahabatmu berdoa dan percaya engkau pasti di terima disisi kanan Bapa di Sorga,”

Terpisah, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus SIK melalui Kanit Lidik I Resum Ipda Togu Siahaan ketika dikonfirmasi, Jumat petang (30/4/2021) mengatakan, motif kasus itu masih dalam pendalam pihak penyidik dan pelaku berinisial AS sudah kita amankan di sel tahanan Mapolres Karo,” ujarnya. (R1)

Suka dengan tulisan ini? Yuk, Bagikan!

Komentar

Topik Terkait