Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Kabupaten Karo

Karo21338 x Dibaca

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Gempa berkekuatan magnitudo 4,6 baru saja mengguncang wilayah Sumatra Utara.

Unggahan informasi gempa di akun Twitter resmi BMKG ramai direspons warganet yang melaporkan gempa terasa kuat namun singkat di Kabanjahe dan Berastagi, hingga kabupaten Dairi.

Menurut BMKG, gempa terjadi pada pukul 21:56:56 WIB tadi, tepatnya di 3.05 LU, 98.51 BT atau 6 km Tenggara Kabupaten Karo, Sumatra Utara.

“Kedalaman 10 km,” tulis BMKG, Kamis malam (27/4/2023).

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” jelas BMKG.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada perubahan data dari BMKG.

Salah seorang warga Jalan Kapten Selamat Ketaren Kabanjahe, Gloria Sola Gratia mengaku sempat lari keluar rumahnya. “Ada gelas yang pecah, akibat kuatnya gempa, namun hanya ssbentar saja,” sebutnya kepada Jurnalis Karosatuklik.com, Kamis (27/4/2023) Pukul 22.00 WIB.

Sehari sebelumnya, info gempa terkini di Jawa Barat mengguncang Pangandaran dini hari tadi, Kamis (27/4/2023). Selanjutnya gempa bumi mengguncang Bengkulu hingga 3 kali.

BMKG mencatat gempa Pengandaran berkekuatan Magnitudo 3,9 terjadi pada pukul 01.12 WIB.

Pusat gempa berada di laut, 80 Km Barat Daya Pangandaran, Jawa Barat. Titik pusat gempa berada pada kedalaman 28 Km.

“Info Gempa Mag:3.9, 27-Apr-23 01:12:20 WIB, Lok:8.10 LS – 107.88 BT (80 km BaratDaya KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedlmn: 28 Km ::BMKG,” demikian tulis BMKG di akun Twitter @bmkgwilayah2, Kamis (27/4/2023).

Selanjutnya, peristiwa gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 6,9 terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (25/4/2023) dini hari. Gempa itu memicu tsunami yang teramati setinggi 11 cm.
Dalam laman resminya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, gempa Mentawai terjadi pada pukul 03.00 WIB. Pusat gempa berada 177 kilometer (km) Barat Laut Kepulauan Mentawai, tepatnya pada 0.93 Lintang Selatan, 98.39 Bujur Timur dengan kedalaman 84 km.

Awalnya gempa dinyatakan memiliki magnitudo 7,3. Namun, belakangan data itu diperbarui menjadi magnitudo 6,9. Berdasarkan pengamatan, terjadi tsunami 11 cm. Maksudnya, memang terjadi tsunami dengan ketinggian 11 cm.

“Tsunami teramati 11 cm, dari data tide gauge Stasiun Tanah Bala Nias Selatan,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam cuitannya di Twitter.

Daryono mengungkapkan bahwa gempa yang terjadi merupakan megathrust event. Gempa dirasakan di Siberut, Mentawai VI MMI, Pasaman Barat, Padang Pariaman, Agam, Padang V MMI, Gunung Sitoli, Padang Panjang, Pesisir selatan, Lima Puluh Kota, Solok Selatan, Solok, Bukittinggi, Padang Sidempuan III MMI, Labuhan Batu, dan Bengkalis II MMI.

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini bahwa gempa bumi berpotensi tsunami. Namun, peringatan dini itu sudah diakhiri. (R1)

Komentar