oleh

Jarang Terekspose, Kantor Bupati Karo Menyajikan Keindahan Siosar “Negeri Indah Diatas Langit” dan Deleng Kutu

-Karo-294 x Dibaca

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Berada di dataran tinggi dengan ketinggian 600 hingga 1.400 meter di atas permukaan laut, merupakan salah satu destinasi yang menawarkan banyak sekali daya tarik parisiwata di .

Selain destinasi wisata ikonik seperti Air Terjun Sipiso-piso, Bukit Gundaling, dan masih banyak lagi, Kabupaten Karo juga dikenal memiliki banyak tempat wisata hits dan destinasi wisata instagramable seperti kawasan Relokasi Siosar yang lebih dikenal “Negeri Indah Diatas Awan”.

Siosar, berada di Perbukitan Puncak 2000. Di lokasi ini sudah banyak objek wisata yang menarik dikunjungi, salah satu Kebun . Lokasi wisata ini mengusung konsep wisata agro dan edukasi.

Pengunjung bisa menikmati beragam aktivitas, seperti camping dan melihat peternakan lebah serta akan disuguhkan dengan beragam pemandangan indah.

Ditambah dengan suasana yang segar dan sejuk karena berada diatas Puncak 2000. Kebun Madu Efi yang unik dan instagramable.

Baca Juga :  Pandangan Umum Fraksi terhadap LKPJ Bupati Karo TA 2020: Apresiasi WTP, Namun juga Mengkritisi Kinerja Pemkab Karo masa Pandemic Covid-19

Siosar, belakangan ini semakin hits. Kenapa tidak, kawasan relokasi pengungsi itu kerap dikunjungi pejabat penting mulai dari Presiden , para Menteri, Panglima TNI dan Kapolri, Gubernur Sumatera Utara hingga pejabat penting lainnya di negeri ini.

Nama Siosar sekarang ini makin terkenal bukan saja karena kunjungan berbagai pejabat penting negeri ini, namun juga karena view alamnya yang sangat indah. Siosar, memang dijuluki negeri diatas awan, karena posisinya yang berada diatas puncak.

Siosar yang berada di Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo hanya berjarak sekitar 30 menit perjalanan dari Ibukota Kabupaten Karo di Kabanjahe. Belakangan ini dilokasi yang indah ini, banyak bermunculan vila-vila maupun lokasi objek wisata yang menjual keindahan alam dari atas puncak.

Namun tidak banyak yang tahu, dari sebelah Utara kantor Bupati Karo ternyata bisa melihat view keindahan alam Siosar. Dari lantai tiga Kantor Bupati Karo di Letjen Djamin Ginting Kabanjahe kita bisa menyaksikan bentangan perbukitan Siosar maupun hamparan hijau areal pertanian warga sekitar.

Baca Juga :  DPRD Karo Nilai Pemkab dan Satgas Gugus Tugas Kurang Serius Tangani Covid-19

Uniknya lagi dari sebelah Selatan Kantor Bupati kita bisa melihat keindahan “Deleng kutu”. Deleng Kutu mungkin terdengar asing bagi sebagian besar wisatawan lokal maupun bagi masyarakat Karo sendiri.

Tapi tahukah anda bahwa bukit yang satu ini memiliki pesona yang luar biasa. Karena dari puncak bukit ini, mata kita akan dimanjakan pemandangan yang indah berupa hamparan pertanian warga didukung udara yang sejuk.

Deleng Kutu “Bukit Sembalun-nya” Karo, saat ini sedang dalam tahap pembenahan sebagai objek wisata desa andalan Desa Guru Singa Kecamatan Berastagi.

Nah sebaliknya, ketika kita berada di Puncak Deleng Kutu pandangan kita mengarah ke arah selatan, disuguhi pemandangan Ibukota Kabupaten Karo yakni Kota Kabanjahe yang terhampar luas dan memanjang.

Dari sebelah Barat Kantor Bupati kita juga bisa melihat Gunung “Petarung” Sinabung. Gunung unik dan terlama erupsi di dunia ini jelas terlihat dari atas lantai tiga.

Baca Juga :  Dukung Percepatan Herd Immunity, Danlanud Soewondo Medan Kolonel Pnb JH Ginting Gelar Serbuan Vaksinasi Anak Sekolah di Kabupaten Karo

Kabupaten Karo memang terlahir dengan kekayaan beragam keindahan alam, tanahnya yang subur serta masyarakatnya yang sangat ramah, menjadikan daerah ini semakin banyak dikunjungi wisatawan.

Kabupaten Karo bahkan semakin dikenal di mancanegara dengan adanya erupsi . “Bagi kita hal ini juga harus bisa dijadikan sebagai objek yang menarik bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung. Akan sangat menarik dan luar biasa kalau kita bisa saksikan erupsi dari zona aman,” kata Rudi Sembiring salah seorang ASN Pemkab Karo kepada Karosatuklik.com, Rabu sore (21/7/2021).
“Walaupun saat ini kita masih berjuang melawan COVID-19, tapi kita harus tetap punya harapan yang besar untuk meningkatkan PAD dengan cara-cara yang inovatif dan kreatif serta harus mencoba mengembangkan destinasi wisata yang berorientasi kepada wisata desa, tentunya dengan tetap mematuhi dan mengikuti protokol kesehatan,” katanya. (R1)

Author Image

Editor dan Pimpinan Redaksi karosatuklik.com

Komentar

Topik Terkait