Jokowi: Kolaborasi dan Solidaritas Negara Kepulauan Sangat Penting

Nasional1276 x Dibaca

Badung, Karosatuklik.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyambut kedatangan para pemimpin negara-negara pulau dan kepulauan yang akan mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2023, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Bali, Rabu 11 Oktober 2023 pagi.

Presiden terlihat menyambut, menyalami, dan berfoto dengan para pemimpin negara tersebut. Usai disambut oleh Presiden, para delegasi menandatangani buku tamu dan kemudian memasuki ruang pertemuan.

Di dinding ruangan tersebut terpasang layar bernuansa dasar laut yang dipenuhi terumbu karang.

Kedatangan para para pemimpin negara-negara pulau dan kepulauan tersebut diawali oleh Deputi Perdana Menteri (PM) Fiji Manoa Seru Nakausabaria Kamikamica, Deputi PM Tonga Samiu Kuita Vaipulu, dan PM Niue Emani Makamau Tagelagi.

Selanjutnya adalah PM Sao Tome dan Principe Patrice Emery Trovoada, PM Timor-Leste Xanana Gusmao, PM Tuvalu Kausea Natano, serta Presiden Mikronesia Wesley W. Simina.

AIS Forum adalah sebuah wadah kerja sama antarnegara pulau dan kepulauan sedunia yang bertujuan memperkuat kolaborasi untuk mengatasi permasalahan global dengan empat area utama, yakni mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ekonomi biru, penanganan sampah plastik di laut, dan tata kelola maritim yang baik.

KTT AIS Forum diadakan untuk menguatkan peran AIS Forum sebagai pusat solusi cerdas dan inovatif, serta sebagai platform gotong royong dalam mendorong agenda masa depan tata kelola laut global.

Indonesia merasa terhormat menjadi tuan rumah momentum bersejarah KTT pertama AIS Forum. Sebuah forum untuk penguatan kolaborasi antarnegara kepulauan dan negara pulau yang dihubungkan oleh laut. Laut bukanlah pemisah antardaratan, tapi laut justru pemersatu antardaratan, laut justru perekat dan penghubung antardaratan,” ucap Presiden.

Menurut Kepala Negara, semua negara kepulauan dan negara pulau bersama-sama menghadapi tantangan kompleks yang saling berkaitan satu sama lain, misalnya persoalan seperti kenaikan permukaan laut, tata kelola sumber daya laut, dan pencemaran laut.

Presiden mencontohkan, jika membuang sampah di daratan belum tentu sampah tersebut berpindah ke daratan di belahan dunia lain, namun jika membuangnya di lautan maka sampah itu sangat bisa sampai ke daratan manapun di dunia.

“Oleh karena itu, kolaborasi dan solidaritas negara kepulauan dan negara pulau sangat penting untuk menghasilkan langkah-langkah strategis, konkret, dan taktis dalam penyelesaian masalah bersama,” ujarnya.

Presiden menyampaikan, KTT AIS Forum 2023 merupakan kesempatan penting untuk menetapkan arah kolaborasi ke depan pada tiga hal utama yang perlu didorong bersama. Pertama solidaritas, kesetaraan, dan inklusivitas sebagi prinsip yang menjadi pegangan bersama; kedua, prioritas pada kerja sama konkret yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima; dan terakhir, kerangka kerja sama yang tangguh dan dinamis untuk menghadapi tantangan-tantangan ke depan.

“Kepentingan negara kepulauan dan kepentingan negara berkembang secara konsisten terus Indonesia suarakan, baik di KTT G20 tahun lalu maupun di KTT ASEAN dan KTT AIS tahun in,” ujar Presiden.

Selain itu, imbuh Presiden, Indonesia juga berkomitmen menyiapkan dana hibah untuk dimanfaatkan bagi kepentingan negara kepulauan dan negara berkembang.

“Indonesia ingin mengajak seluruh negara yang hadir, marilah kita tetap memilih untuk terus menjalin kesatuan dan terus menjalin kolaborasi walaupun di tengah kondisi dunia yang terbelah. Let us walk and work together,” pungkasnya.

Tampak mendampingi Presiden dalam pembukaan KTT AIS Forum 2023 ini, antara lain, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. (R1/Kontan/Setkab)

Komentar