Tingkatkan Kualitas Karakter Generasi Muda, TP PKK Karo Gandeng BNN Gelar Pembinaan PAAR di Desa Rumah Berastagi

Karo2975 Dilihat

Berastagi, Karosatuklik.com – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Karo terus berkomitmen memperkuat fondasi keluarga melalui pembinaan desa percontohan.

Hal itu terlihat saat Ketua TP PKK Kabupaten Karo, Ny. Roswitha Antonius Ginting, kembali memberikan pembinaan Kategori Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) bagi masyarakat Desa Rumah Berastagi, Rabu (06/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Losd Desa Ujung Aji ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, berkarakter, dan terlindungi dari pengaruh negatif sosial.

Pembinaan kali ini tampil berbeda dengan mengedepankan kolaborasi aktif antarlembaga. TP PKK Kabupaten Karo menggandeng berbagai instansi terkait untuk memberikan edukasi secara komprehensif.

Tiga instansi tersebut, yakni:

  1. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB): Memberikan materi terkait perlindungan hak anak dan manajemen konflik keluarga.
  2. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil): Melayani pemenuhan hak administrasi anak (KIA dan Akta Kelahiran).
  3. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karo: Memberikan sosialisasi pencegahan bahaya narkoba sejak dini di lingkungan keluarga.

Dalam arahannya, Ny. Roswitha Antonius Ginting menekankan bahwa orang tua adalah pendidik pertama bagi anak-anak. Di tengah gempuran teknologi (IT) yang dahsyat dan tantangan zaman, pola asuh yang tepat menjadi “benteng” utama.

“Pola asuh bukan sekadar memberi makan dan menyekolahkan, tetapi bagaimana kita menanamkan nilai kasih sayang, norma agama, dan budi pekerti,” sebutnya.

Menurutnya, generasi muda diharapkan tidak hanya cerdas intelektual, tetapi memiliki moral, empati, dan tidak egois/apatis.

Tidak kalah pentingnya, sambung Ny. Roswitha Antonius Ginting, generasi muda kita didorong untuk lebih giat belajar, mengurangi waktu yang terbuang untuk game online, dan aktif dalam kegiatan tambahan di sekolah.

“Desa Rumah Berastagi diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana masyarakatnya kompak dalam mengawal tumbuh kembang remaja agar terhindar dari perilaku menyimpang dan penyalahgunaan narkoba,” tegas Ny. Roswitha Antonius Ginting.

Terakhir, sebagai generasi harapan bangsa, tambah dia lagi, anak-anak kita hendaklah memiliki niat yang ikhlas, selalu menghormati orang tua dan juga guru-gurunya, pesannya.

Pembinaan ini difokuskan pada beberapa poin krusial, antara lain:

  • Penguatan Literasi Digital: Mengawasi penggunaan gawai pada anak.
  • Pencegahan Pernikahan Dini: Edukasi mengenai kesiapan fisik dan mental sebelum berkeluarga.
  • Lingkungan Bersinar (Bersih Narkoba): Mendorong peran ibu-ibu PKK dalam mendeteksi dini perubahan perilaku anak yang mencurigakan.

Melalui pembinaan ini, Desa Rumah Berastagi diharapkan tidak hanya sekadar mengikuti lomba kategori PAAR secara administratif, namun benar-benar mampu mengimplementasikan nilai-nilai pola asuh tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Sinergi dengan BNN dan dinas terkait diharapkan dapat terus berlanjut sehingga Kabupaten Karo dapat mencetak generasi emas yang unggul di masa depan. (R1)

Bagikan Ke :

Komentar