Final Thomas Cup 2024 Indonesia vs China 1-3, Gagal Juara

Badminton, Sport4659 x Dibaca

Chengdu, Karosatuklik.com – Hasil final Thomas Cup 2024 antara Indonesia vs China ditutup dengan skor 1-3 pada hari ini Minggu, 5 Mei 2024. Tampil di Hi-Tech Zone Sport Centre, Chengdu, China, Merah Putih gagal menahan laju tuan rumah China dalam 3 laga awal.

Anthony Ginting, Fajar/Rian, dan Fikri/Bagas harus takluk dengan lawan-lawan mereka. Hanya Jonatan Christie yang bisa mengalahkan rivalnya, Li Shi Feng.

Hasil final Piala Thomas 2024 ini membuat perolehan trofi Indonesia terhenti di 14 kali juara.

Sebaliknya, koleksi medali perak Merah Putih bertambah jadi 8 kali. Di sisi lain, China berhasil merebut total 11 kali juara Thomas Cup, sekaligus mendekati jumlah gelar Indonesia.

Bagi China, gelar juara Thomas Cup 2024 ini menjawab rasa penasaran mereka. Pasalnya, sejak jadi kampiun pada 2018, dalam 2 edisi terakhir, China selalu gagal meraih gelar. Pada 2020, mereka dihempaskan Indonesia 3-0 di final. Sementara itu, di Bangkok 2022, China tersingkir di perempat final, juga oleh Merah Putih.

Hasil Final Thomas Cup 2024: Indonesia vs China

Dalam laga pertama final Thomas Cup 2024, terjadi duel Anthony Sinisuka Ginting vs Shi Yu Qi (MS1). Di luar dugaan, Ginting harus kalah 2 set langsung dari sang lawan yang berperingkat 2 BWF. Usai takluk 21-17 di set pertama, Ginting kalah dengan cara lebih telak di set kedua dengan 21-6.

Dalam laga yang berjalan dalam 43 menit, awalnya Ginting bisa mengimbangi Shi Yu Qi. Bahkan, ia memimpin 3-4. Namun, setelah itu, tunggal putra China tidak bisa dihadang dengan 5 poin beruntun. Sejak unggul 8-5, Shi Yu Qi tidak pernah berjarak kurang dari 2 angka dari Ginting.

Jarak sejak interval sempat menjauh hingga 18-11. Ginting menemukan momentum ketika bisa mencetak 5 angka beruntun jadi 18-16. Namun, tetap saja set pertama disudahi tunggal putra China dengan kemenangan. Skor 21-17 atau beda 4 angka.

Set kedua, Shi Yu Qi benar-benar menguasai keadaan. Setelah skor 1-1, sang peringkat 2 BWF langsung tancap gas dengan mencetak 14 angka tanpa putus. Perbedaan yang sangat masif yaitu 15-1, tidak bisa dikejar lagi oleh Ginting. Ia menutup set ini dengan jarak 5 angka di titik 21-6.

Kekalahan Anthony Sinisuka Ginting otomatis membuat Indonesia tertinggal 1-0. Ini menjadi tantangan besar untuk Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, ganda putra pertama Merah Putih. Mereka berhadapan dengan Liang Wei King/ Wang Chang.

Pada awal set pertama, Fajar/Rian tampil apik. Mereka bahkan bisa memimpin 3-7, lalu 10-4. Namun, secara perlahan Liang/Wang bisa mengejar. Fajri mempertahankan keunggulan di interval pada titik 7-11. Hanya saja, ganda putra China melesat.

Momentum didapatkan Liang/Wang ketika merebut 3 angka beruntun dan membalikkan skor jadi 13-12. Pertarungan semakin ketat. Fajar/Rian tidak mudah menyerah ketika tertinggal. Mereka kembali on fire untuk keunggulan 16-17.

Menjelang akhir, Fajar/Rian sebenarnya bisa di atas dengan 17-18. Namun, set pertama berujung dramatis karena Liang/Wang menambah 4 angka beruntun untuk skor 21-17. Perjuangan ganda putra Indonesia semakin berat saja.

Awal set kedua, Fajar/Rian kembali melaju. Mereka memimpin 4-1. Hanya saja, Wang/Liang menunjukkan kapasitas mereka sebagai peringkat 1 BWF. Pasangan China bisa enyamakan kedudukan 6-6, bahkan berbalik memimpin di titik 10-8. Interval diselesaikan Wang/Liang dengan 11-10.

Drama ketat berlanjut pada interval berikutnya. Fajar/Rian mencetak 4 angka beruntun untuk skor 11-13. Setelah itu, pasangan Indonesia terus berupaya untuk memimpin. Jarak tertipis hanya di titik 15-16. Selebihnya, Fajri bisa membuat Indonesia pertama kalinya memenangi set di final Piala Thomas 2024 dengan 17-21.

Set ketiga benar-benar menguras fisik dan mental kedua pasangan. Fajar/Rian melenggang mulus sebelum interval, hingga unggul 9-11. Namun, dalam interval penentuan, Liang/Wang berhasil mengejar ketertinggalan.

Duet FajRi masih memimpin di titik 17-16. Namun, peluang di depan mata, terbuang ketika ganda China merebut 5 angka beruntun untuk menuntaskan gim jadi 21-17. Ini termasuk poin terakhir laga yang didapatkan Liang/Wang via challenge.

Pertandingan ketiga antara Li Shi Feng vs Jonatan Christie jadi harapan terakhir Indonesia. Perolehan Jojo naik turun sepanjang set pertama. Ia tertinggal 5-2, tetapi kemudian bisa mencetak 7 poin beruntun untuk berbalik unggul 5-9. Hanya saja, ini tidak cukup untuk membuat Jonathan memimpin saat interval. Pasalnya, Li Shi Feng membalas dengan 7 angka tanpa putus pula.

Persaingan sengit kedua tunggal putra ini berlanjut ketika Jonatan berhasil mendapatkan 6 poin dan membalikkan skor jadi 14-16. Itu momentum besar yang bisa dipertahankan Jojo hingga akhir set pertama. Ia menang 16-21.

Harapan Indonesia sempat menyala terang pada awal set kedua ketika Jonatan Christie memimpin 2-6. Namun, Li Shi Feng juga berupaya memperbaiki rekor head to headnya kontra Jojo. Sang tunggal putra China merebut 7 poin tanpa henti dan berbalik unggul 9-6.

Ini kunci bagi sang peringkat 6 BWF. Sejak saat itu, Li Shi Feng tidak membiarkan Jojo mengambil alih kendali permainan. Set kedua ini dituntaskan sang tunggal putra China dengan mudah, 21-15.

Jonatan Christie pada akhirnya berhasil menjadi penyumbang angka pertama bagi Indonesia. Di set ketiga, ia secara konsisten mendesak Li Shi Feng dan tidak memberikan sang lawan unggul 1 poin pun.

Usai memimpin 8-11 di interval, Jonatan terus memimpin. Ada momen yang meresahkan ketika Li Shi Feng bisa meraih 5 poin tanpa putus untuk skor 16-18. Tapi, setelah pertarungan 1 jam 16 menit, Jojo menang di set ketiga dengan 17-21.

Dengan kemenangan Jonathan, pertandingan keempat digelar antara He Ji Ting/Ren Xiang Yu vs Fikri/Bagas.

Awal set pertama, Fikri/Bagas tampak bisa mengimbangi He/Ren. Mereka bahkan memimpin 3-4. Namun, setelahnya ganda putra China bisa mencetak 8 angka beruntun dan berbalik unggul 10-4.

He/Ren tidak bisa dihentikan sejak saat itu. Mereka dengan mudah menyelesaikan set pertama dengan skor 21-11 atau perbedaan 10 angka.

Situasi pada awal set kedua sempat lebih sengit karena Fikri/Bagas Mereka bisa memimpin dalam titik 5-4, lalu 7-6. Namun, He/Ren yang di bawah Fikri/Bagas dalam ranking BWF, bisa mencetak 6 poin tanpa putus dan ambil alih kendali dalam skor 12-8.

Pada akhirnya, kemenangan China tidak terelakkan lagi. He/Ren menuntaskan perlawanan Fikri/Bagas dalam tempo 37 menit untuk skor 21-15. China mengandaskan Indonesia dengan skor 3-1 dan merebut gelar Thomas Cup ke-11 mereka.

Berikut ini hasil lengkap final Thomas Cup 2024, Minggu (5/5/2024).

  • MS1: SHI Yu Qi vs Anthony Sinisuka GINTING 21-17 dan 21-6 (1-0)
  • MD1: LIANG Wei Keng/WANG Chang vs Fajar ALFIAN/Muhammad Rian ARDIANTO 21-18, 17-21, 21-17 (2-0)
  • MS2: LI Shi Feng vs Jonatan CHRISTIE 16-21, 21-15, 17-21 (2-1)
  • MD2: HE Ji Ting/REN Xiang Yu vs Muhammad Shohibul FIKRI/Bagas MAULANA 21-11, 21-15 (3-1)
  • MS3: LU Guang Zu vs Chico Aura DWI WARDOYO (tidak dimainkan). (Tirto.id)

Komentar