Jelang Tahun Baru 2022, Pengunjung yang Melintas Berastagi Disarankan Memasuki Jalur Alternatif

Karo3624 x Dibaca

Berastagi, Karosatuklik.com – Tiga hari jelang pergantian tahun, arus lalu lintas dari Medan menuju Berastagi, terpantau padat dan merayap. Pantauan tim liputan Karosatuklik.com, Rabu (29/12/2021) mulai Pukul 15.00 – 18.00 WIB di Berastagi, sejumlah kendaraan baik roda dua maupun roda empat terlihat ramai melintas dari arah Medan menuju Berastagi maupun sebaliknya.

Diperkirakan, volume kendaraan di jalur Medan – Berastagi akan meningkat tajam seiring dengan libur old and new year 2022. Puncak arus balik diperkirakan Minggu (2/1/2022). Akibat padatnya arus lalin, jarak waktu dari Medan menuju Berastagi yang biasanya sekitar 2,5 jam, bisa menjadi lebih dari 8-10 jam.

Membludaknya wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Karo, khususnya Berastagi menyebabkan sejumlah ruas jalan utama, mulai dari pintu gerbang Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan, Tongkoh hingga Berastagi padat merayap, karena adanya lonjakan peningkatan volume kendaraan termasuk terbatasnya lokasi-lokasi parkir kendaraan menjadi keprihatinan semua pihak.

Karosatuklik.com mencatat, ada beberapa titik rawan kemacetan yang terjadi sepanjang jalur Medan – Berastagi perlu diperhatikan pengunjung untuk menghindari terperangkap di kemacetan parah. Titik pertama kemacetan terjadi di kawasan Simpang Selayang, Simpang Tuntungan Medan, Pancurbatu, Sembahe hingga Hilpark Sibolangit.

Selanjutnya, masuk kawasan Kabupaten Karo mulai dari Taman Hutan Bukit Barisan, banyak kendaraan yang keluar masuk, baik dari arah Berastagi maupun dari jalur alternatif menyebabkan, arus lalu lintas padat sehingga tidak terelakkan kemacetan panjang.

Jelang Tahun Baru 2022, Pengunjung yang Melintas Berastagi Disarankan Memasuki Jalur Alternatif

Kemudian, depan Mickie Holiday Resort dan Hotel, Bukit Kubu hingga kota Berastagi. Kemacetan terjadi cukup panjang hingga Taman Hutan Raya. Untuk itu disarankan pengunjung sebelum memasuki kota wisata Berastagi, masuk jalur alternatif di Simpang Tongkeh – Tigapanah. Jalan alternatif kedua, Simpang Pelawi, Jaranguda, Hotel Sibayak, Gundaling keluar di Jalan Udara.

Bagi yang bergerak dari Kota Medan menuju Kota Berastagi, bisa menempuh jalur Simpang Pelawi. Sedangkan pengendara yang akan menuju ke arah Sidikalang, Dairi, Aceh dan sekitar Kabupaten Simalungun bisa melewati Taman Hutan Raya (Tahura) tembus dari Desa Jaranguda.

Jalan alternatif ke tiga, yakni jalan tembus Kabupaten Karo – Langkat. Nah, ke tiga jalan alternatif ini diharapkan bisa mengelakkan anda dari kemacetan parah saat liburan tahun baru bersama keluarga. Jangan khawatir, rambu-rambu lalu lintas dan penunjuk arah sudah terpasang di jalan alternatif itu.

Jalan Tol/Layang Medan – Berastagi Tidak Terbendung

Salah satu solusi untuk memajukan perekonomian di kawasan utara Provinsi Sumatera Utara (Sumut) adalah dengan membangun jalan tol/ layang Medan-Berastagi. Keberadaan jalan layang diyakini mempercepat akses transportasi serta menghindari pemborosan BBM dan kerugian kemacetan parah yang sering terjadi selama ini.

Berdasarkan data dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumut dengan Ikatan Cendikiawan Karo Sumatera Utara (ICKSU), setiap kemacetan yang durasinya sampai 6 jam lebih di jalan lintas Medan – Berastagi, akan membuat kerugian sampai Rp4 milyar/hari/kejadian. (R1)