Pasar Smartphone di Asia Tenggara Meningkat 12 Persen, Samsung dan Transsion Memimpin

Teknologi2175 x Dibaca

Jakarta, Karosatuklik.com – Firma riset Canalys baru saja membagikan laporan mengenai pangsa pasar smartphone di Asia Tenggara pada kuartal pertama 2024 (Q1 2024). Berdasarkan riset teranyar, Samsung dan Transsion memimpin dengan pangsa pasar masing-masing 19 persen serta 18 persen.

Penjualan HP murah Samsung tercatat sangat kuat di Vietnam, Malaysia, dan Thailand. Sementara itu, Transsion mencetak pangsa pasar hingga 44 persen di Filipina.

Meski begitu, Samsung dan Transsion masih kalah bersaing dengan Oppo dan Xiaomi di pasar Indonesia. Secara keseluruhan, pangsa pasar smartphone di Asia Tenggara meningkat 12 persen tahun-ke-tahun pada kuartal pertama tahun ini.

Para analis mengungkap bahwa hal tersebut adalah pemulihan pertama dari kebangkitan pasar 2023 yang sulit. Produsen smartphone mengirimkan 23,5 juta unit selama Q1 2024. Meski mengalami peningkatan, namun ini masih di bawah level sebelum tahun 2023.

Salah satu pendorong meningkatnya pangsa pasar adalah adanya penjualan signifikan pada momen Ramadhan di Indonesia dan Malaysia. Dikutip dari GSMArena, Transsion (induk perusahaan Infinix, Itel, dan Tecno) meraih kinerja memuaskan di Filipina dan Indonesia.

Mereka cukup kuat saat bersaing di segmen entry-level. Bagaimanapun, Samsung masih memimpin dengan pangsa pasar 19 persen, meskipun volume pengirimannya turun 20 persen dibandingkan tahun lalu.

Namun, hal tersebut memang wajar terjadi karena raksasa teknologi Korea ini perlahan-lahan mengubah strateginya untuk lebih fokus pada segmen kelas menengah dan kelas atas. Daftar lima besar merek smartphone dengan penjualan terlaris di Asia Tenggara pada Q1 2024 adalah:

  1. Samsung (4,5 juta unit)
  2. Transsion (4,2 juta unit)
  3. Xiaomi (3,8 juta unit)
  4. Oppo (3,8 juta unit)
  5. Vivo (2,8 juta unit)

Transsion merupakan satu-satunya produsen smartphone dengan pertumbuhan pasar paling tinggi yaitu mencapai 197 persen. Pasar Xiaomi dan Vivo masing-masing mengalami peningkatan 52 persen serta 12 persen secara YoY. Oppo dengan 3,8 juta unit pengiriman tercatat mengalami penurunan pasar 5 persen. (suara.com)

Komentar