Garut, Karosatuklik.com – Sebanyak 424 prajurit remaja resmi berbaret jingga dan menjadi bagian dari pasukan elite TNI Angkatan Udara (TNI AU), yakni Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).
Untuk bisa sampai di titik membanggakan ini bukanlah hal yang mudah.
Mereka harus menjalani serangkaian materi pendidikan Komando Korpasgat angkatan ke-49 yang dimulai sejak Januari 2026.
Pendidikan tersebut dirancang untuk membentuk karakter prajurit dengan fisik tangguh, mental baja, dan daya juang yang tinggi.
Sebagai puncak rangkaian pendidikan, ratusan prajurit remaja yang terdiri dari perwira, bintara, dan tamtama itu kemudian mengikuti tradisi pembaretan yang digelar di Pantai Santolo, Garut, Kamis (25/6/2026).
Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Korpasgat Marsdya TNI Deny Muis.
Dalam amanatnya, Deny menegaskan bahwa baret jingga yang disematkan bukan sekadar simbol kebanggaan, melainkan amanah yang harus dijaga dengan penuh rasa tanggung jawab, dedikasi, serta loyalitas kepada TNI Angkatan Udara, bangsa dan negara.
Jadilah prajurit Komando Korpasgat yang tangguh, disiplin, berkarakter, dan mampu menjadi teladan di lingkungan satuan maupun masyarakat.

Pertahankan semangat juang yang telah ditempa selama pendidikan sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan,” tegas Panglima Korpasgat.
Penerangan Korpasgat melalui unggahan Instagram @korpasgat_tniau, yang dikutip Jumat (26/6/2026) menjelaskan, selain menerima baret jingga, para prajurit juga memperoleh brevet Komando sebagai simbol resmi bergabungnya mereka ke dalam bagian keluar besar Korpasgat.
Pada kesempatan yang sama, Letda Pas Muhammad Zaki Rahman dari Satuan Yon Parako 464 Pasgat berhasil meraih predikat lulusan terbaik. (R1)













Komentar