oleh

Simulasi Pemungutan Suara dengan Prokes, Bupati Karo : Yakinkan Masyarakat TPS Steril dari Covid-19

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Pemerintah mendukung penyelenggaraan 9 Desember 2020 mendatang dengan konsisten menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Hal itu dikatakan Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH, bersama Ketua Kabupaten Karo, , ST saat melakukan pencoblosan surat suara di TPS 11 dalam simulasi pemilihan Bupati dan wakil Bupati tahun 2020, Sabtu (22/11/2020) pukul 09.30 WIB, di halaman gedung DPRD, Jalan Veteran Kabanjahe.

Turut hadir Anggota KPU Propinsi Sumatera Utara, Benget Silitonga, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo, Sik, Dandim 0205/TK Letkol Kav , Kakesbang Drs Tetap Ginting, dan para peserta simulasi.

Simulasi dilakukan layaknya sebuah pemungutan suara di TPS. Ada petugas KPPS yang melayani pemilih, ada pemilih yang ikut mencoblos, ada pengawas TPS, ada saksi dari pasangan calon dan lain-lain.

KPU mendirikan tenda di lapangan untuk pendirian TPS. Di dalam TPS ada bilik suara, kotak suara, surat suara dan lain-lain. Satu per satu pemilih didata lalu menggunakan hak suara di bilik suara.

Baca Juga :  Rapat Virtual Dengan Presiden RI, Bupati Karo : Sinergi dan Koordinasi Mengantisipasi Gelombang Ketiga Corona

Atas pelaksanaan simulasi ini, Terkelin Brahmana menyatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Poin pentingnya adalah, protokol kesehatan harus benar-benar konsisten dilaksanakan para petugas TPS nantinya.

Simulasi Pilkada Karo 2020

“Jangan hanya saat simulasi, berikutnya sosialisasikan secara massif ke masyarakat, yakinkan warga, bahwa TPS sudah seteril dari pandemi. Karena petugas TPS telah dibekali dengan penerapan protokol kesehatan dan dilengkapi infrastrukturnya. Tujuannya, supaya masyarakat merasa nyaman datang ke TPS,” kata Bupati.

Menurut Terkelin Brahmana, simulasi ini cukup bermanfaat bagi masyarakat yang menggunakan hak pilihnya pada tanggal 9 Desember 2020 nantinya, agar tidak terjadi kluster . “Ini bertujuan sesuai dengan himbauan pemerintah, supaya masyarakat tahu aturan saat memilih memperhatikan prokes,” sebutnya.

E-Rekap

Disamping itu, penggunaan sistem informasi rekapitulasi aplikasi (E-rekap) yang diterapkan KPU RI hingga ke KPU daerah, merupakan langkah maju yang sangat tepat, artinya e-rekap dapat memangkas waktu rekapitulasi perhitungan suara pilkada, terang Terkelin Brahmana.

Baca Juga :  Biaya Vaksin Gotong Royong Rp1 Juta per Orang

Senada, dikatakan Ketua KPUD Karo, Gemar Tarigan, simulasi ini bertujuan mempraktekkan langsung kepada masyarakat bahwa aplikasi Sirekap tahun 2020 ini digunakan dalam penghitungan surat suara pilkada serentak seluruh Indonesia dan mematuhi protokol kesehatan.

E-rekap ini, menurut Gemar Tarigan sangat membantu mempersingkat proses tahapan pilkada, dan dapat mencegah mahalnya biaya penyelenggaraan pilkada yang akan datang, tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, tenaga seluruh penyelenggara pilkada di lapangan seperti petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) tidak terkuras habis seperti pada Pemilu 2019 yakni banyak petugas KPPS yang bekerja lembur saat penghitungan suara, tandasnya.

Prokes di TPS

Sementara, Benget Silitonga menekankan, pada saat masyarakat datang ke TPS (tempat pemungutan suara) jangan lupa prokes dan hindari kerumunan dan jaga jarak. “Yang paling penting dari rumah di bawa , sedangkan sarung tangan, hand sanitizer, sudah disiapkan oleh negara melalui KPUD masing-masing,” kata Benget.

Baca Juga :  Suami Joanna Alexandra Meninggal, Sahabat: "Sampai Ketemu di Surga Dit"

Dihadapan , Benget Silitonga mengingatkan, Kabupaten Karo rawan bencana erupsi , suatu waktu bisa saja terjadi. Nah ini bisa dianggap bencana nasional dalam arti porce majeur, tentu dapat menggangu jalannya penghitungan suara, maka menurut undang undang syah dan membenarkan penghitungan suara ditunda. Hal ini juga harus diantisipasi KPUD Karo, apabila terjadi sedemikian rupa.

Selanjutnya, Benget Silitonga Selain menyampaikan rasa trimakasih kepada Bupati Karo atas terselenggaranya simulasi pilkada. “Sejak awal 100 % didukung melalui NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) tercepat dan terbaik di seluruh Indoensia,” kata Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga.

Kapolres Tanah Karo, AKBP Yustinus Setyo didampingi Dandim 0205/TK, Letkol Kav Yuli Eko Hardyanto, menyebutkan, pihaknya di bantu jajaran siap mengamankan Pilkada 9 Desember 2020, bisa berjalan lancar, aman , damai dan sukses, ungkapnya. (R1)

Suka dengan tulisan ini? Yuk, Bagikan!

Komentar

Topik Terkait