Belajar dari Nia Daniaty, Sekolahkan Anak di AS Bikin Ortu Jual Rumah

Entertainment2080 x Dibaca

Jakarta, Karosatuklik.com – Nia Daniaty dikabarkan rela menjual rumahnya demi membiayai pendidikan putranya, Angga, di Amerika Serikat (AS). Kabarnya, Angga mengambil jurusan sinematografi di salah satu kampus di Negeri Paman Sam.

“Fakta (rela jual aset demi anak sekolah di Amerika Serikat). Bapaknya ada sih kebetulan kemarin itu ada datang waktu anak saya sakit dua kali dirawat. Terus saya suruh datang. Alhamdulillah datang mungkin dia pun pengin memberikan tempat di sana untuk anaknya. Dia mau ada kasih tempat buat anaknya daripada harus pindah-pindah dia pikir. Dia juga mau jual asetnya,” cerita Nia Daniaty di studio Rumpi: No Secret, seperti dikutip detik.

Nia sendiri tidak menyebut secara detail seputar kampus tempat putranya melanjutkan studi, namun bicara soal biaya pendidikan di Negeri Paman Sam, CNN International pada 2023 lalu memberitakan bahwa biaya kuliah di sana memang sangat mahal.

Data dari US News & World Report menyebutkan bahwa rata-rata biaya kuliah (tuition fee) di AS mencapai US$ 40 ribu atau setara dengan Rp 637 jutaan untuk sekolah swasta, dan US$ 10 ribu atau Rp 159 jutaan untuk sekolah negeri. Adapun tingkat inflasinya mencapai 4% untuk kampus swasta dan 0,8-1% untuk kampus negeri.

Tentunya, orangtua juga masih harus keluar banyak uang untuk membiayai hidup mereka selama di sana.

CNN menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang membuat biaya pendidikan di AS mahal. Pertama adalah mahalnya biaya jasa tenaga pengajar, turunnya subsidi pemerintah terhadap pendidikan, dan lain sebagainya.

Belajar dari Nia Daniaty, jika Anda tertarik memasukkan anak ke luar negeri, maka beberapa langkah di bawah ini bisa Anda lakukan.

Investasi jangka panjang

Selalu ingat bahwa semakin panjang jangka waktu investasi, maka Anda bisa memilih instrumen keuangan dengan sangat fleksibel baik itu risiko rendah, moderat atau tinggi.

Namun sangat disarankan bagi Anda untuk menempatkan dana secara dominan ke instrumen dengan risiko tinggi agar tingkat pengembalian Anda di jangka panjang juga cukup besar.

Jika Anda melakukan diversifikasi untuk jangka panjang , Anda bisa mengalokasikan dana 70% ke instrumen reksa dana saham, indeks, atau saham blue chip, sementara 30% dana tersebut dialokasikan ke instrumen pendapatan tetap yang rendah risiko seperti surat berharga negara (SBN)

Miliki jaminan kesehatan

Musibah sakit tentu bisa membuat Anda kehilangan tabungan maupun aset lantaran mahalnya biaya medis.

Sama seperti uang pangkal, biaya medis juga terus mengalami kenaikan seiring dengan berjalannya waktu. Dan sangatlah tidak bijak bila Anda menggunakan tabungan pribadi untuk berobat.

Memiliki jaminan kesehatan adalah hal yang penting dilakukan untuk mengatasi hal ini. Jika premi asuransi dinilai terlalu mahal, pastikan saja iuran BPJS Kesehatan Anda tetap dibayarkan.

Pertimbangkan beli asuransi jiwa

Hasil investasi tidak akan ada yang bersifat pasti, namun kematian adalah pasti.Upaya Anda dalam mengumpulkan biaya pendidikan anak bisa saja kandas jika Anda mengalami musibah cacat tetap total, atau meninggal dunia.

Ketika hal itu terjadi, maka besar kemungkinan keluarga akan kehilangan penghasilan dan sulit mengumpulkan uang untuk membiayai sekolah anak.

Dengan memiliki asuransi jiwa, maka akan ada uang pertanggungan yang cair jika Anda mengalami musibah seperti yang disebutkan di atas.

Belilah asuransi jiwa dengan jumlah uang pertanggungan 150-200% dari estimasi biaya kuliah anak di masa depan agar impian menyekolahkan anak tidak kandas begitu saja saat terjadi musibah. (CNBC Indonesia)

Komentar