Satu Tahun Jenderal Listyo Sigit Prabowo: Setapak Perubahan Wujudkan Pelayanan Masyarakat yang Terbaik

Nasional3852 x Dibaca

Jakarta, Karosatuklik.com – Jenderal Listyo Sigit Prabowo hari ini genap satu tahun menjabat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), setelah dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada 27 Januari 2021.

Di kepemimpinannya, Sigit mengusung semangat transformasi Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). Hal itu dituangkan dalam empat transformasi dengan 16 program prioritas, 51 kegiatan, 177 aksi, dan delapan komitmen.

Selama setahun, Sigit telah melakukan setapak perubahan untuk mewujudkan Polri yang Presisi. Dengan, memaksimalkan fungsi pokok Polri yang melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.

Catatan Satu Tahun Polri yang Presisi

Jenderal Listyo Sigit Prabowo hari ini genap satu tahun menjabat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), setelah dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada 27 Januari 2021.

 

Gagasan dan aksi nyata itu dituangkan Kapolri dalam buku berjudul “Setapak Perubahan: Catatan Pencapaian Satu Tahun Polri yang Presisi”.

Buku setebal 240 halaman ini terdiri dari 5 bab mulai dari sejarah lahirnya konsep Presisi, hingga apa saja yang sudah dicapai Kapolri.

“Polri membekal niat baik untuk berubah, dan saya memohon dengan segala kerendahan hati kepada semua pihak untuk membantu mewujudkan keinginan kami bertransformasi,” kata Sigit dalam penyampaian pengantar pada buku tersebut.

Awal Mula Gagasan Polri Presisi

Jenderal Listyo Sigit Prabowo hari ini genap satu tahun menjabat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), setelah dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada 27 Januari 2021.

Mantan Kapolda Banten ini mengulas awal mula gagasan Polri Presisi muncul. Semangat transformasi itu berawal dari hasil perenungan akan tantangan dan kondisi yang dihadapi Polri pada zaman modern dewasa ini.

Terutama pesatnya perkembangan media sosial, di mana hal tersebut baru dihadapi oleh Korps Bhayangkara.

Hasil perenungannya itu, kata Sigit, didiskusikan dengan berbagai pihak. Ia mendapat banyak masukan untuk semakin memantapkan gagasannya tersebut. Misalnya, tentang layanan publik dan harapan mengenai Polri.

Sigit pun mulai menyusun visi, misi, dan apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai transformasi Polri Presisi. Hingga akhirnya, konsep itu disosialisasikan ketika resmi dipilih oleh Presiden Jokowi sebagai calon Kapolri, kala itu.

“Selanjutnya, setelah memaparkan visi tersebut di sejumlah kesempatan, saya berpikir tentu masyarakat luas akan sulit memahami. Semua mungkin mengenal istilah Polisi Presisi, namun masih banyak masyarakat yang bahkan tak tahu apa akronimnya. Saya menyadari betul hal itu,” ujar Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri itu pun juga menyadari banyak masyarakat yang berpikiran negatif, pesimis, dan mempertanyakan tekad bulat untuk mewujudkan Polri yang baik dalam rangka pelayanan publik yang terintegrasi, modern, murah dan cepat.

Begitu juga pemeliharaan kamtibmas, dan penegakan hukum yang prediktif, bertanggung jawab, transparan, serta menjamin rasa keadilan masyarakat.

“Saya tak menyalahkan itu. Untuk itu, melalui buku ini, saya ingin menjelaskan dengan lebih sederhana, dengan semua penjabaran konsep. Saya ingin bahwa masyarakat bisa mendapatkan pelayanan Polri semudah memesan pizza,” ucap Sigit.

886 Aplikasi terkait Polri

Sigit memaparkan saat ini terdapat 886 aplikasi terkait Polri yang akan diintegrasikan menjadi satu data. Sigit menyebut, hal itu memudahkan masyatakat untuk mendapatkan layanan Polri yang terbaik.

“Saya ingin bahwa semua layanan Polri akan dirasa dekat, dirasa mudah, dirasa berguna, dan dirasa jelas alurnya. Sehingga masyarakat merasa nyaman. Sebenarnya sederhana saja. Saya ingin memaksimalkan untuk kembali melihat pada fungsi pokok Polri, melindungi, melayani, dan mengayomi. Sesuatu yang sederhana. Namun perkembangan situasi zaman membuatnya kadang terasa sulit untuk dicapai. Seperti dalam kehidupan, segala sesuatu yang paling sederhana justru adalah sesuatu yang paling sulit digapai,” papar Sigit. (R1/DivisiHumasPolri)

Baca juga:

1. Calon Kapolri Tunggal, Ini Deretan Kasus Besar yang Diungkap Listyo Sigit Prabowo

2. Presiden Lantik Listyo Sigit Prabowo Sebagai Kapolri

3. Sehari Setelah Dilantik, Kapolri Listyo Sambangi PBNU

5. Kapolri Lantik Kabaintelkam, Kakorlantas dan 6 Kapolda

5. Program 100 Hari Kapolri, Korlantas Akan Pasang E-TLE di 19 Polda

6. Kapolri dan Panglima TNI Ternyata Sama-Sama Putra Prajurit TNI AU

7. Kapolri Lantik 5 Pati : Irjen Pol Panca Putra Kapolda Sumut, Nana Sudjana Resmi Jadi Kapolda Sulut

Komentar