oleh

Keputusan Belajar Tatap Muka Semester Depan di Tangan Pemda dan Komite Sekolah

-Berita-232 x Dibaca

Jakarta, Karosatuklik.com – Mendikbud mengatakan, keputusan pembelajaran semester genap pada tahun akademik 2020/2021 ada di tangan pemerintah daerah ( pemda), komite sekolah, dan para orangtua.

Di tangan ketiga pihak itu, sekolah masing-masing daerah bisa menentukan belajar tatap muka atau masih belajar dari rumah.

“Keputusan ada di pemda, komite sekolah, dan orangtua. Mereka yang menentukan, bukan SKB menteri lagi, jadi pemda bisa memilah yang lebih detail, sekolah mana saja yang sudah bisa belajar tatap muka atau tidak,” ungkap Nadiem dalam acara press conference secara daring, Jumat (20/11/2020)

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, keputusan pembelajaran semester genap pada tahun akademik 2020/2021 ada di tangan pemerintah daerah ( pemda), komite sekolah, dan para orangtua.

Di tangan ketiga pihak itu, sekolah masing-masing daerah bisa menentukan belajar tatap muka atau masih belajar dari rumah.

“Keputusan ada di pemda, komite sekolah, dan orangtua. Mereka yang menentukan, bukan SKB menteri lagi, jadi pemda bisa memilah yang lebih detail, sekolah mana saja yang sudah bisa belajar tatap muka atau tidak,” ungkap Nadiem dalam acara press conference secara daring, Jumat (20/11/2020).

Baca Juga :  Panglima TNI : Perayaan Natal, Momentum Untuk Memelihara Kerukunan Umat Beragama

Dia mengatakan, bila memang pemda dan komite sekolah masing-masing daerah memutuskan peserta didik melanjutkan pembelajaran dari rumah secara penuh, maka daerah itu tidak boleh melaksanakan belajar tatap muka.

Belajar Tatap Muka Semester Depan di Tangan Pemda dan Komite Sekolah

Adapun daerah yang sudah siap belajar tatap muka, lanjut dia, maka harus mempersiapkan segala kesiapan agar pelaksanaannya bisa berjalan lancar dan baik.

Namun, dia menegaskan, belajar tatap muka memang diperbolehkan, tetapi tidak diwajibkan karena masih masa pandemi .

“Pada zonasi risiko atau zona merah, maka tidak ada pemberian izin belajar tatap muka untuk semester genap tahun akademik tahun 2020/2021 atau mulai di Januari 2021,” ungkap dia.

Nadiem menambahkan, pada prinsipnya kebijakan pendidikan di masa pandemi ini memang masih mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat. Jadi bukan hanya sekadar memutuskan bisa belajar tatap muka atau belajar dari rumah.

Lalu, tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial juga menjadi pertimbangan layanan pendidikan selama masa pandemi Covid-19. Jadi harus benar-benar dipertimbangkan, bisa kembali belajar tatap muka atau tidak,” tegas Nadiem.

Baca Juga :  Bantu Korban Gempa Majene dan Mamuju, Kemensos Keluarkan Logistik Gudang Sulbar

Terpisah, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengungkapkan sekolah dengan pembelajaran tatap muka akan kembali dibuka pada Januari 2021. “Iya fix (sekolah dibuka Januari),” kata Huda kepada wartawan Jumat (20/11/2020).

Komisi X menyambut baik rencana pembukaan sekolah tersebut. Namun Huda menekankan perlunya penerapan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat.

“Kami mendukung pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka. Tetapi hal itu harus dilakukan dengan protokol kesehatan ketat karena saat ini penularan wabah COVID-19 masih terus berlangsung. Bahkan menunjukkan tren peningkatan dalam minggu-minggu terakhir ini,” ujar Huda. (R1)

Suka dengan tulisan ini? Yuk, Bagikan!

Komentar

Berita Terbaru