Raden Kian Santang Kembali Dilanjutkan, Tapi Kali Ini Dibungkus dalam Genre Horor

Entertainment, Film1467 x Dibaca

Jakarta, Karosatuklik.com – Raden Kian Santang mejadi salah satu sinetron fenomenal dan memiliki banyak penggemar di Tanah Air. Sinetron laga kolosal yang tayang di MNC TV itu kini dilanjutkan dengan cerita terbaru yang tak kalah menarik.

Sinetron tersebut kini digarap menjadi sebuah series dengan judul Kian Santang The Series, Jin Khanis. Series ini merupakan kolaborasi rumah produksi Mesari Pictures dan JP Pictures.

Bila Raden Kian Santang merupakan sinetron laga kolosal, Jin Khanis lebih kepada cerita petualangan dan dikemas dalam genre horor.

“Karena penonton Kian Santang ini sudah sangat melekat di masyarakat, orisinilnya tetap terjaga. Perbedaan unsurnya lebih ke horor, tapi ada komedinya juga. Kalau Raden Kian Santang kan dulu lebih ke action, perang, fighting, dan banyak menceritakan sisi kerajaan. Untuk di sini enggak lebih ke petualangan,” kata sutradara Jin Khanis, Fence F Nayoan, dalam keterangannya seperti dilansir dari Suara.com.

Pernyataan senada juga disampaikan produser series Jin Khanis, Mulyadi. Menurutnya, yang membedakan Jin Khanis dengan sebelumnya, hanya pada kemasan.

“Kaerna pemilihan karakter pun tidak jauh berbeda. Kecuali karakter pemeran Surawisesa. Nantinya akan ada penambahan karakter,” ujar Mulyadi.

Alwi Assegaf kembali terpilih sebagai pemeran utama yakni Raden Kian Santang, seorang raja yang bijaksana dan berwibawa yang menyiarkan ajaran Islam. Selama memerankan perannya, Alwi mengalmi banyak kesulitan, tetapi ia harus menyesuaikan dengan genre horor yang ada di Raden Kian Santan Jin Khanis ini.

Berbeda dengan Suheil Fahmi Bisyir, memerankan orang yang sama sebagai Surawisesa, dengan karakter yang berbeda membuatnya sedikit kesulitan. Sehingga, ia menyiasatinya dengan mengikuti arahan dari sang sutadara, menamhakn apa yang perlu ditambahkan dan mengurangi apa yang perlu dikurangi.

Raden Kian Santang “Jin Khanis” juga dibintangi aktor lain, seperti Icha Nabilah, Yama Carlos, dan juga akrtis senior Yati Surachman. Selain itu, ada Aman dan Amin, yang berperan sebagai paman Raden Kian Santang untuk mengawal perjalanannya mencari kitab pusaka kuno.

Raden Kian Santang “Jin Khanis” menceritakan hilangnya kitab pusaka kuno yang sakral berisi ilmu spiritual, tabir langit dan peristiwa-peristiwa yang akan datang. Oleh karena itu, Raden Kian Santang diutus untuk menyelidiki dan mencari kitab tersebut serta mencari adik sambungnya yang juga menghilang.

Di suatu hari perjalannya mencari kita suci tersebut, Raden Kian Santang terjebak di desa larangannya yang penuh dengan kutukan misterius. Desa tersebut diteror dan dipenuhi makhluk mengerikan. Sehingga di saat bersamaan, ia harus mengungkap kejanggalan yang ada di desa larangan dan juga mencari kitab suci.

Raden Kian Santang “Jin Khanis” akan tayang di Bioskop Onlin dan Maxstream di pertengahan 2024. (Suara.com)

Komentar